facebook

Kelautan Indonesia

Pemanfaatan,Pengelolahan serta penggembangan kekayaan alam indonesia menjadi peran bersama kita..

Kelautan Indonesia

Pemanfaatan,Pengelolahan serta penggembangan kekayaan alam indonesia menjadi peran bersama kita..

Kelautan Indonesia

Pemanfaatan,Pengelolahan serta penggembangan kekayaan alam indonesia menjadi peran bersama kita..

Kelautan Indonesia

Pemanfaatan,Pengelolahan serta penggembangan kekayaan alam indonesia menjadi peran bersama kita..

Kelautan Indonesia

Pemanfaatan,Pengelolahan serta penggembangan kekayaan alam indonesia menjadi peran bersama kita..

Sabtu, 27 Juli 2013

Membesarkan Ikan Patin



PEMBESARAN IKAN PATIN
oleh : Hotler Panjaitan, S.IP
INSTRUKTUR BPPP- MEDAN


PENGENALAN IKAN PATIN

Ikan Patin (Pangasius, sp) termasuk juga ikan dalam kelompok catfish pertama sekali berasal dari Eropa  tahun 1846 dan Thailand 1996 mulai dibudidayakan di Indonesia, ikan ini terdapat 14 jenis, namun yang banyak dikonsumsi dan dikenal masyarakat ada jenis 2 jenis yaitu pangasianodon hypopthalmus yang berasal dari Thailand dan pangasius jambal bleker dapat mencapai 20 kg  bahkan lebih satu ekor, ada yang beratnya mencapai 100 kg dengan panjang dapat mencapai 1,5 meter, penyebaran ikan patin ini  banyak terdapat di Pulau Sumatera yaitu Riau, Palembang. Ikan patin mulutnya kecil, sirip dadanya 2 buah dan sirip punggung satu, sepintas mirip dengan ikan baung, dagingnya lembut dan tebal, gurih dan enak. Ikan ini termasuk jenis ikan pemakan segalanya (Omnivora) Biji-bijian dan serangga, jenis moluska, ikan, dan udang namun lebih mengarah carnivora. Ikan patin  lebih cenderung lebih aktif makan dimalam hari.  
  
HABITAT IKAN PATIN

Ikan patin hidup di perairan umum, sungai, rawa, waduk dengan perairan agak dalam dan menetap di dasar, untuk dibudidayakan di kolam ikan patin dapat bertahan dikedalaman 2-3 meter. Sifat ikan patin ini  suka bergerombol dan memijah dimusim penghujan. Jenis tanah yang baik adalah tanah liat/ lempung tidak berporos, pH 6 - 8, dengan suhu 26 -28 derajat celsius, air untuk budidaya ikan patin harus jernih tidak boleh keruh, kandungan oksigen 2 – 5 ppm, CO2 tidak lebih dari 12 ppm, kecerahan air 30 – 45 cm, ikan patin baik dibudidayakan pada ketinggian 0 – 200 meter diatas permukaan laut (dpl).   

1.  PERSIAPAN  KOLAM

Konstruksi kolam ikan patin yang perlu dipersiapkan ini adalah kolam dengan padat tebar tinggi dengan teknologi intesifikasi yaitu luas kolam relatif kecil kira kira  200 m2 dengan kedalaman 2 – 3 meter sesuai dengan habitat ikan patin. Kolam usahakan berada dilokasi yang sumber airnya cukup untuk persediaan air penambahan maupun penukaran air yang bersumber dari air sungai, waduk atau sumur bor. Adapun langkah langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a.  Pengeringan dasar kolam
   - Dasar kolam dikeringkan lumpur yang cair  dinaikan
   - Pematang yang bocor ditutup
   - Dasar kolam dicangkul balik
   - Dibiarkan 2 minggu agar gas H2S menguap
   - Caren /saluran air diperbaiki, ukuran lebar caren 1 meter, dalam 30 cm
   - Saluran pipa masuk berada diatas benteng atau pematang
   - Saluran pipa buang diatas pematang agar air tetap sirkulasi masuk dan keluar
   - Hama atau ikan sisa didalam kolam dipastikan telah semua dibuang dan dibersihkan untuk menghindari   
     hama penyakit ikan  pesaing makanan ikan patin
   - Pengapuran dasar kolam disesuaikan dengan pH tanah dasar kolam  20 kg/200 m.
   - Dasar kolam dipupuk dengan pupuk kandang/kompos 30 kg/ 100 m




Persiapan kolam harus benar – benar diperhatikan karena lama pembesaran ikan patin 5-6 bulan karena  dalam hal persipan kolam ini seringkali pembudidaya tidak melaksanakannya dengan baik untuk alasan menghemat waktu pada hal kalau dilaksanakan dengan baik maka ikan terhindar dari penyakit, kualitas air baik  dan  pertumbuhan ikan akan cepat dan hasilnya akan  lebih memuaskan



2.  PENEBARAN BENIH GELONDONGAN  IKAN  PATIN

   - Setelah air dimasukan kedalaman kedalam kolam hingga penuh tunggu 2 minggu

   - Masukan benih ikan patin gelondongan  ukuran 3 inchi dengan padat tebar 100 ekor/m2    

     jumlah  10.000 ekor
   - Air selalu bersirkulasi dan mengalir dari pipa masuk memacur dan keluar dari pipa buang atas hal     
      ini sangat penting untuk memastikan kejernihan air tersedia didalam kolam
   - Kebersihan air dan cukupnya air yang bersih merupakan syarat mutlak pada budidaya ikan patin



                           Gambar :  Kondisi air kolam pembesaran terlihat jernih
3. PEMBERIAN PAKAN
Pakan yang diberikan pada ikan patin yang baru ditebar adalah ukuran pakan dengan ukuran  1 mm dipilih dari pakan buatan pabrik yang memenuhi standar mutu yang kaya protein dan vitamin. Agar dapat dipastikan dengan mengikuti feeding program yang tertulis pada lebel pakan yang dipilih atau dibeli dengan pemberian pakan selama 5 - 6  bulan atau 15 kali perubahan dosis berat pakan dengan melakukan pencatatan jumlah mortalitas ikan dikurangi dengan jumlah yang hidup kali 3 - 5% bobot ikan. Konversi pakan adalah 3,7 : 1 artinya tiap 3,7 kg pakan akan meningkatkan pertumbuhan ikan 1 kg kalau pemberian pakan ini mengandalkan pakan yang bersumber dari pabrik dengan harga a. Rp. 6000,- dapat dipastikan pembudidaya ikan akan rugi untuk mengatasi hal tersebut dengan cara membuat pakan olahan sendiri yaitu dedak halus dan ikan asin busuk dengan perbandingan 2 : 1 atau 



Gambar : Pemberian pakan sisa roti dari toko roti untuk menekan

biaya produksi dengan cara menabur ditengah kolam



untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan patin dan juga untuk menekan biaya produksi usaha budidaya pembesaran ikan patin tanpa menghambat pertumbuhan ikan, ini dapat dilakukan degan pemberian pakan tambahan yaitu sisa atau limbah dari pabrik roti (tawar, manis) yang tidak layak lagi dikonsumsi masyarakat atau daluwarsa  dibeli dengan cara berlangganan dengan biaya murah.

Pemberian pakan tambahan /roti ini pastikan  jangan yang sampai berjamur warna merah karena jamur merah itu sudah mengandung racun.   



4. PEMANENAN IKAN PATIN

a. Panen Total
Setelah 5 -6  bulan pemberian pakan dengan mengikuti feeding program 5% pakan dari bobot ikan yang hidup, atau dengan cara pemberian pakan sampai kenyang pada ikan patin. Panen dapat dilakukan sekaligus atau yang disebut panen total dimana ikan yang besar dan kecil semua dipanen dan ditimbang dengan harga yang sama. Pogram makan 5 – 6 bulan  ini tidaklah mutlak dapat juga hasilnya kurang dari waktunya atau lebih hal yang menyebabkan ini adalah kualitas pakan dan kualitas air di dalam kolam 

b.  Panen selektif
Panen selektif dapat dilakukan apabila besar ikan patin terlihat besarnya kurang merata di dalam kolam dengan perbedaan yang signifikan, dan harga di pasar juga agak lesu maka kita dapat melakukan panen ikan patin dengan cara memilih yang besar dahulu dijual yang masih kecil dibesarkan hingga 2-4 minggu lagi sehingga harga ikan dan besar ikan sesuai dengan permintaan pasar yaitu dengan berat 2 ekor /kg. Pada panen selektif ini dapat menggunakan jaring atau seser, dan tangguk untuk menghidari stres ikan patin tersebut cegahlah gerakan gerakan yang berlebih atau gerakan yang membuat kejutan kejutan pada ikan mas tersebut.    

Daftar Pustaka dan Nara Sumber:
- M. Ghufran H. Kordi K.,  2011, Budidaya ikan Patin secara intensif
   untuk meraup untung besar
- Ril Efrison, Ketua P2MKP Dolphin Farm
- Supriadi, S.Pi, Pelatih pada P2MKP Dolphin Farm
- Suhendra,  Pelatih pada P2MKP Dolphin Farm
 

Selasa, 16 Juli 2013

BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO



BUDIDAYA  PEMBESARAN  LELE DUMBO
Oleh : Hotler Panjaitan
INSTRUKTUR  PENYELIA  BPPP-MEDAN
 Juni 2014

PENDAHULUAN

Indonesia dengan penduduk lebih kurang 230 juta tentunya banyak membutuhkan ikan sebagai sumber protein untuk memenuhi kebutuhan ini tentunya tidak bisa hanya dengan mengandalkan ikan dari laut saja, apalagi pada saat cuaca buruk tentunya nelayan tidak pergi melaut. Untuk menutupi kebuhan sumber protein dari ikan salah satunya dapat dengan cara usaha budidaya pembesaran ikan lele dumbo
Lele dumbo (Clarias gariepinus) catfish  atau ikan berkumis aslinya bersal dari benua Afrika dan ukurannya sangat besar dan mampu bertahan di darat untuk menyeberang mencari tempat yang lebih nyaman. Kemudian dikawin silang dengan lele lokal Taiwan menyebar ke Filipina, Thailand kemudian dari Thailand diperkirakan masuk ke Indonesia dan populer dengan nama lele Dumbo (Dumbo/Jumbo artinya besar). Pertumbuhan ikan ini sangat cepat warnanya tidak berubah walaupun stres, sengatan patilnya juga tidak begitu sakit dan  tidak berbisa, beda halnya dengan lele lokal kalau kena sengatan patilnya dapat menyebabkan demam seketika. Usaha pembesaran lele dumbo masih punya prospek yang menjanjikan untuk kemasa depan. Agar usaha pembesaran lele dumbo dapat berhasil perlu diketahui habitat maupun langkah- langkah yang akan dilakukan.   
   
HABITAT IKAN LELE DUMBO
Habitat atau kebiasaan hidup lele dumbo perlu diketahui agar dapat dilakukan rekayasa lingkungan dengan pendekatan habitatnya. Ikan lele dumbo melakukan pemijahan atau berkembang biak pada musim penghujan pada usia 2-3 tahun. Ikan ini dapat hidup dilingkungan yang kualitas airnya sangat jelek dan kandungan oksigennya minim, karena memiliki insang tambahan atau labyrinth. Meskipun ikan ini dapat bertahan pada kondisi yang buruk, akan lebih cepat pertumbuhanya pada air jernih kualitas lingkunganya baik, kualitas air baik, kandungan oksigen 6 ppm, CO2 dibawah 12 ppm, suhu 24-26 derajat celcius pH tanah 6-7, NH3 kurang dari 1 ppm, kecerahan air 30 cm. Ketinggian air di kolam  40-70 cm, sangat baik pada ketinggian 10 - 400 meter diatas permukaan laut (dpl) untuk kolam pembesaran. Makanan ikan lele dapat berupa tumbuhan maupun hewani atau omnivora dan sangat sensitif terhadap air limbah deterjen/sabun dan  kebutuhan pakan, apabila kurang makan  ikan ini akan memangsa temannya/ kanibal  yang lemah atau yang lebih kecil.        

1.  Persiapan kolam 
Dalam tulisan ini kolam yang digunakan adalah kolam di sawah pada saat sawah tidak ditanami padi untuk kolam ikan lele terdapat berbagai ragam jenisnya, ada yang dari kolam plastik, ada yang bak semen permanen ada pula yang kolam dari tanah darat dan dari tanah sawah. Dalam hal ini yang akan di sajikan adalah budidaya pembesaran ikan lele dumbo di kolam sawah yang telah berulang kali dilakukan panen namun hasilnya kurang memuaskan, agar hasilnya menggembirakan kita dapat ikuti langkah-langkah berikut untuk ukuran luas kolam 100 m2 atau lebih dengan pematang dilapisi plastik untuk menghindari kebocoran:




Gambar : Persiapan kolam

Langkah-langkah persiapan: 
a.  Kolam dikeringkan sampai air habis total
b.  Lumpur cair dibuang dari dasar kolam
c.  Perbaiki benteng untuk menghindari jebol atau perkuat
d.  Lapisi dinding kolam dengan plastik kira –kira tingginya 1 meter  dilapisi plastik untuk   
     menghindari bocor
e.  Perbaiki saluran air masuk dan pembuangan
f.   Biarkan di jemur selama 2 minggu
g. Tabur pupuk kandang/kompos atau masukan kedalam goni plastik dan di bolongi   
h. Tabur dengan kapur dolomit untuk menaikan pH (6-7)
i.   Masukan air secara bertahap hingga ketinggian 50 cm

2.  Penebaran Benih ikan lele.
Selanjudnya ikan ditebar kedalam kolam yang telah siap dan untuk mempercepat masa pembesaran maka benih/bibit ikan yang dimasukan adalah benih dari hasil pendederan ikan lele dumbo dengan ukuran panjang 10 cm atau berat rata-rata 30 ekor/kg  dengan padat tebar 60 ekor / meter. Untuk luas kolam 100 m2  dapat dimasukan 6.000 ekor ikan lele benih ikan dari hasil pendederan yang kualitas benihnya unggul dan memenuhi standar CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) dengan cara sebagai berikut:


 Gambar : penebaran benih

1. Apabila benih ikan dari pendederan jaraknya jauhdan butuh waktu yang lama cara memasukan benih ikan perlu proses adaptasi dengan cara memasukan packing ikan kedalam kolam hingga suhu air di kolam sama dengan didalam packingan untuk menghindari stresnya ikan, kemudian ikat packing dibuka sehingga ikan keluar dengan sendirinya dari dalam plastik packing tanpa mengalami stres yang berlebihan.

2. Jika jarak lokasi kolam pendederan dekat dengan lokasi kolam pembesaran boleh lungsung dimasukan kedalam kolam namun tetap dibiarkan ikan keluar dengan sendirinya dari wadahnya agar ikan menyesuaikan diri dengan air didalam kolam pembesaran tanpa mengalami stres berlebihan.`
 

3.  Pemberian pakan
Setelah ikan lele dumbo ditebar kedalam kolam pembesaran maka lele dumbo terlebih dahulu akan mencari pakan alami yang tersedia di dalam kolam maka diberikanlah pakan buatan ,apabila makanan  tidak mencukupi maka ikan lele akan saling memangsa terutama yang besar akan memangsa yang kecil dan lemah (Kanibal) oleh sebab itu pemberian pakanpun harus segera dilakukan sebagai berikut:
a.  Pemberian pakan buatan pabrik atau pellet
     diberikan 3-5% dari total berat ikan  yang didalam kolam perhari. Apabila yang ditebar    
     sebanyak 6.000 ekor/30 ekor maka beratnya totalnya 200 kg.

Oleh sebab itu pakannya menjadi 3 % X 200 kg. = 6 kg. Deberikan 3 kali / hari  (pagi,        
siang     dan sore). Demikian selanjutnya dilakukan perhitungan setiap 10-15 hari dengan cara menimbang berat   ikan secara acak sebanyak 10 ekor .saat menjelang panen 2 minggu pemberian pakan dapat dilakukan dengan perhitungan 5 % dari total berat ikan. Pemberian pakan perlu dilakukan pengamatan apakah pakan habis dimakan atau masih banyak tersisa, kalau sisa selanjudnya pemberian pakan dikurangi agar tidak menjadi limbah dan menimbulkan zat beracun

b.   Pemberian pakan tambahan.
  
 - Pakan limbah restoran
 untuk menekan biaya produksi atau penghematan biaya dapat diberikan pakan    
 dari  sisa restoran atau kedai nasi dengan cara memilah terlebih dahulu duri ikan atau tulang   yang tidak  dapat dapat dimakan ikan tersebut
    
   - Pakan dari limbah penjualan daging ayam
    selain dari limbah restoran dapat juga memanfaatkan limbah dari penjual daging ayam     
    dengan cara terlebih dahulu direbus.
   - Pakan daging bekicot dan keong mas dari sawah.
     Terlebih dahulu cangkangnya dibuang kemudian dagingnya  dicincang halus dan direbus,setelah direbus diberikan dengan menggukan anco agar dapat diketahui apakah pakan tersebut masih ada tersisa atau tidak. Kalau tersisa sebaiknya diolah ulang. 

4.  PEMANENAN
  a.  Panen Total.
   Setelah 60 -90 hari pemberian pakan, panen ikan lele dumbo dapat dilakukan sekaligus atau disebut panen total dimana ikan yang besar dan kecil semua di panen dan ditimbang   
  dengan harga yang sama. Lama waktu pembesaran ini tidaklah mutlak dapat juga hasilnya kurang dari  60 hari hal yang menyebabkan ini adalah kwalitas pakan, dosis pakan, dan kwalitas air di dalam kolam. 


 Gambar: Pemanenan

b. Panen selektif.
Jika ukuran besar ikan lele dumbo terlihat  kurang merata di dalam kolam dengan perbedaan yang signifikan, dan harga di pasar juga agak lesu maka kita dapat melakukan panen ikan lele dengan  cara selektif atau memilih yang besar dahulu dijual dan yang masih kecil dibesarkan lagi hingga 2-4 minggu lagi sehingga harga ikan dan besar ikan sesuai dengan permintaan pasar yaitu dengan berat 8-10  ekor /kg. Pada panen selektif ini dapat menggunakan jaring atau seser, untuk menghidari stres ikan  tersebut cegahlah gerakan -gerakan yang berlebih atau gerakan yang membuat kejutan kejutan atau perlakuan kasar pada ikan tersebut.  

MANFAAT PEMBESARAN LELE DUMBO.

1. Manfaat pembesaran lele dumbo adalah untuk memperpendek  waktu yang pemeliharaan jika dibandingkan dengan memulai usaha dari perkawinan lele dumbo, pembenihan, dan pedederan.
2. Usaha Pembesaran lele dumbo dapat dijadikan usaha pokok maupun usaha tambahan keluarga.
3.  Untuk memenuhi peluang pasar yang masih terbuka lebar 

 PENUTUP

Teknologi budidaya pembesaran lele dumbo  hingga kini sudah banyak yang tersedia yaitu mulai dari cara tradisional, intensif, semi intensif, supra intensif, teknologi bio floc semua itu merupakan pengembangan teknologi masa kini. Dalam memulai usaha tentunya harus didukung kemampuan sumber daya manusia yang baik, sarana prasarana dan dana didalam membuat keputusan hendaknya hal ini menjadi pertimbangan yang matang untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan membuahkan hasil yang baik.