PEMBESARAN IKAN PATIN
oleh : Hotler Panjaitan, S.IP
INSTRUKTUR BPPP- MEDAN
PENGENALAN
IKAN PATIN
Ikan Patin (Pangasius,
sp) termasuk juga ikan dalam kelompok catfish
pertama sekali berasal dari Eropa tahun
1846 dan Thailand 1996 mulai dibudidayakan di Indonesia, ikan ini terdapat 14
jenis, namun yang banyak dikonsumsi dan dikenal masyarakat ada jenis 2 jenis
yaitu pangasianodon hypopthalmus yang
berasal dari Thailand dan pangasius
jambal bleker dapat mencapai 20 kg
bahkan lebih satu ekor, ada yang beratnya mencapai 100 kg dengan panjang
dapat mencapai 1,5 meter, penyebaran ikan patin ini banyak terdapat di Pulau Sumatera yaitu Riau,
Palembang. Ikan patin mulutnya kecil, sirip dadanya 2 buah dan sirip punggung
satu, sepintas mirip dengan ikan baung, dagingnya lembut dan tebal, gurih dan
enak. Ikan ini termasuk jenis ikan pemakan segalanya (Omnivora) Biji-bijian dan serangga, jenis moluska, ikan, dan udang namun lebih mengarah carnivora. Ikan patin lebih cenderung
lebih aktif makan dimalam hari.
HABITAT IKAN PATIN
Ikan patin hidup
di perairan umum, sungai, rawa, waduk dengan perairan agak dalam dan menetap di
dasar, untuk dibudidayakan di kolam ikan patin dapat bertahan dikedalaman 2-3
meter. Sifat ikan patin ini suka bergerombol
dan memijah dimusim penghujan. Jenis tanah yang baik adalah tanah liat/ lempung
tidak berporos, pH 6 - 8, dengan suhu 26 -28 derajat celsius, air untuk
budidaya ikan patin harus jernih tidak boleh keruh, kandungan oksigen 2 – 5
ppm, CO2 tidak lebih dari 12 ppm, kecerahan air 30 – 45 cm, ikan patin baik
dibudidayakan pada ketinggian 0 – 200 meter diatas permukaan laut (dpl).
1. PERSIAPAN KOLAM
Konstruksi
kolam ikan patin yang perlu dipersiapkan ini adalah kolam dengan padat tebar
tinggi dengan teknologi intesifikasi yaitu luas kolam relatif kecil kira
kira 200 m2 dengan kedalaman 2 – 3 meter
sesuai dengan habitat ikan patin. Kolam usahakan berada dilokasi yang sumber
airnya cukup untuk persediaan air penambahan maupun penukaran air yang
bersumber dari air sungai, waduk atau sumur bor. Adapun langkah langkah yang
perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Pengeringan dasar kolam
- Dasar kolam
dikeringkan lumpur yang cair dinaikan
- Pematang yang bocor ditutup
- Dasar kolam dicangkul balik
- Dibiarkan 2
minggu agar gas H2S menguap
- Caren /saluran
air diperbaiki, ukuran lebar caren 1 meter, dalam 30 cm
- Saluran pipa masuk berada diatas benteng
atau pematang
- Saluran pipa buang diatas
pematang agar air tetap sirkulasi masuk dan keluar
- Hama atau ikan sisa didalam
kolam dipastikan telah semua dibuang dan dibersihkan untuk menghindari
hama penyakit ikan pesaing makanan ikan patin
hama penyakit ikan pesaing makanan ikan patin
- Pengapuran
dasar kolam disesuaikan dengan pH tanah dasar kolam 20 kg/200 m.
- Dasar
kolam dipupuk dengan pupuk kandang/kompos 30 kg/ 100 m
Persiapan kolam harus benar – benar
diperhatikan karena lama pembesaran ikan patin 5-6 bulan karena dalam hal persipan kolam ini seringkali
pembudidaya tidak melaksanakannya dengan baik untuk alasan menghemat waktu pada
hal kalau dilaksanakan dengan baik maka ikan terhindar dari penyakit, kualitas
air baik dan pertumbuhan ikan akan cepat dan hasilnya akan lebih memuaskan
2. PENEBARAN BENIH GELONDONGAN IKAN PATIN
- Setelah air
dimasukan kedalaman kedalam kolam hingga penuh tunggu 2 minggu
- Masukan benih
ikan patin gelondongan ukuran 3 inchi
dengan padat tebar 100 ekor/m2
jumlah 10.000
ekor
- Air selalu bersirkulasi dan mengalir dari pipa masuk memacur dan
keluar dari pipa buang atas hal
ini sangat penting untuk memastikan kejernihan air tersedia didalam kolam
Gambar : Kondisi air kolam pembesaran terlihat jernih
3.
PEMBERIAN PAKAN
Pakan yang diberikan pada ikan patin yang baru ditebar
adalah ukuran pakan dengan ukuran 1 mm
dipilih dari pakan buatan pabrik yang memenuhi standar mutu yang kaya protein
dan vitamin. Agar dapat dipastikan dengan mengikuti feeding program yang
tertulis pada lebel pakan yang dipilih atau dibeli dengan pemberian pakan selama
5 - 6 bulan atau 15 kali perubahan dosis
berat pakan dengan melakukan pencatatan jumlah mortalitas ikan dikurangi dengan
jumlah yang hidup kali 3 - 5% bobot ikan. Konversi pakan adalah 3,7 : 1 artinya
tiap 3,7 kg pakan akan meningkatkan pertumbuhan ikan 1 kg kalau pemberian pakan
ini mengandalkan pakan yang bersumber dari pabrik dengan harga a. Rp. 6000,-
dapat dipastikan pembudidaya ikan akan rugi untuk mengatasi hal tersebut dengan
cara membuat pakan olahan sendiri yaitu dedak halus dan ikan asin busuk dengan
perbandingan 2 : 1 atau
Gambar : Pemberian pakan sisa roti dari toko roti untuk menekan
biaya produksi dengan cara menabur ditengah kolam
untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan
patin dan juga untuk menekan biaya produksi usaha budidaya pembesaran ikan
patin tanpa menghambat pertumbuhan ikan, ini dapat dilakukan degan pemberian
pakan tambahan yaitu sisa atau limbah dari pabrik roti (tawar, manis) yang
tidak layak lagi dikonsumsi masyarakat atau daluwarsa dibeli dengan cara berlangganan dengan biaya
murah.
Pemberian pakan tambahan /roti ini
pastikan jangan yang sampai berjamur
warna merah karena jamur merah itu sudah mengandung racun.
4.
PEMANENAN IKAN PATIN
a. Panen Total
Setelah 5 -6 bulan pemberian pakan dengan mengikuti feeding
program 5% pakan dari bobot ikan yang hidup, atau dengan cara pemberian pakan sampai
kenyang pada ikan patin. Panen dapat dilakukan sekaligus atau yang disebut
panen total dimana ikan yang besar dan kecil semua dipanen dan ditimbang dengan
harga yang sama. Pogram makan 5 – 6 bulan ini tidaklah mutlak dapat juga hasilnya kurang
dari waktunya atau lebih hal yang menyebabkan ini adalah kualitas pakan dan kualitas
air di dalam kolam
b. Panen selektif
Panen selektif dapat dilakukan apabila
besar ikan patin terlihat besarnya kurang merata di dalam kolam dengan
perbedaan yang signifikan, dan harga di pasar juga agak lesu maka kita dapat
melakukan panen ikan patin dengan cara memilih yang besar dahulu dijual yang
masih kecil dibesarkan hingga 2-4 minggu lagi sehingga harga ikan dan besar
ikan sesuai dengan permintaan pasar yaitu dengan berat 2 ekor /kg. Pada panen
selektif ini dapat menggunakan jaring atau seser, dan tangguk untuk menghidari
stres ikan patin tersebut cegahlah gerakan gerakan yang berlebih atau gerakan
yang membuat kejutan kejutan pada ikan mas tersebut.
Daftar Pustaka dan Nara Sumber:
- M. Ghufran H. Kordi K.,
2011, Budidaya ikan Patin secara intensif
untuk meraup
untung besar
- Ril Efrison, Ketua P2MKP Dolphin Farm
- Supriadi, S.Pi, Pelatih pada P2MKP Dolphin Farm
- Suhendra, Pelatih
pada P2MKP Dolphin Farm










